Hijrah bukanlah starting point. Namun hijrah adalah titik balik dari serentetan ikhtiar optimal dan seimbang. Seimbang antara kekuatan tawakal, olah taktik strategi, dan dinamika gerak tubuh. Titik balik yang menunjukkan keseriusan suatu perubahan. Bahkan sampai meninggalkan harta, keluarga, sampai tanah kelahiran yang dicintai.
Keyakinan bahwa hanya dengan bergerak terarahlah perubahan itu akan wujud, adalah hal pokok. hilang arah atau lupa arah, hanya akan membawa kita berputar-putar dalam arus lingkaran tak berujung. Mana yang jadi sarana, mana yang jadi sasaran, sudah tak jelas lagi pembedanya.
Tiada pernah ada terminal dari perubahan. baik itu terminal keberangkatan ataupun terminal kedatangan. kita bisa mulai dari mana saja kita mau, pun, kita dapat mengakhiri dimana saja kita mau atau ajal yang akan menutup gerak perubahan kita. Hanya masalahnya, apa yang akan kita ubah bila kita tidak paham tentang lebih dan kurangnya diri kita.
Inti dari semua perubahan itu adalah bagaimana menjadikan akhir hidup ini menjadi episode terindah dalam hidup ini. Saat iman menancap kokoh, saat ibadah menjadi wujud cinta dan syukur, saat mampu memberikan banyak manfaat bagi sesama, saat hati hanya mengharapkan perjumpaan dengan DIA, Sang Kekasih yang Mahapengasih
...di Selasar Masjid UI Depok, 3 Muharram 1431H, 01:56am, ditemani nyamuk dan semilir angin

No comments:
Post a Comment