Showing posts with label Puisi dan Doa. Show all posts
Showing posts with label Puisi dan Doa. Show all posts

Thursday, September 27, 2012

...hanya surga Nya yang pantas untuk mu, Ibu


Saat terindah dalam hidup adalah saat engkau mengasuh dan mendidik kami. Walau letih kau rasa setelah berjuang antara hidup dan mati saat melahirkan kami, tiada pernah kau biarkan seekor nyamuk pun mengusik tidur kami.

Sesibuk apa pun diri mu, kami tetap menjadi juara 1 dalam merebut
perhatian dan kasih sayang mu. Bahkan saat kami beranjak remaja, kau rela mengurangi aktifitas mu hanya untuk menemani kami makan siang sambil mendengar celoteh kami seputar kejadian di sekolah. Saat kenakalan mulai menjadi keseharian kami, sikap keras kepala kami, kau balas dengan hujan doa hingga saat ini kami mampu menjadi manusia yang lebih baik.


Tiada balasan yang mampu kami berikan, wahai Ibu tercinta. 

Hanya suntai doa yang mampu kami panjatkan semoga Allah selalu memberikan kesehatan terbaik pada mu, menjadikan engkau hamba-Nya yang shalihah, dan menjadikan seluruh jerih payah mu, tetesan air mata mu sebagai amal shalih terbaik yang menghantarkan mu ke dalam surga-Nya yang tertinggi. 


Segala puji syukur hanya kami sampaikan pada-Mu yaa Ilaahi Rabbi, yang telah memberikan kami seorang Ibunda yang telah membesarkan dan mendidik kami. Mohon ampun dan maaf karena selama ini kami belum mampu memberikan bakti terbaik kami pada beliau, beri kami kesempatan ya Allah untuk terus merawat beliau dalam masa tuanya, dan jadikan kami
semua anaknya yang shalih agar Engkau ijabah setiap doa yang kami panjatkan untuk beliau. Aamiiin.

...dalam KRL AC Ekonomi, Depok - Jakarta, 09:13, saat langit turut larut dalam kemelankolisan cinta seorang Ibu


...terimalah cintaku pada Mu


Cinta-Mu menghangatkan jiwa yang membeku
Sayang-Mu menyegarkan hati yang kering
Kasih-Mu membuncah segenap asa
Diri-Mu lah yang membuat segalanya indah

Terimalah rasa cintaku pada-Mu

Walau kadang terbata cinta itu terucap
Walau kadang bias cinta itu berujud
Tapi, diri ini memang sangat mencintai-Mu
Dengan segala kelemahan dan keterbatasan


Terimalah rasa cintaku pada-Mu

Meski takkan pernah sebanding
Meski masih tersuruk-suruk
Tapi, diri ini berusaha sekuat tenaganya
Menunjukkan cintanya pada-Mu


Karena ...
Hanya diri-Mu lah yang membuat segalanya indah


Maka ...terimalah rasa cintaku pada-Mu

...dan jiwa lemah ini merindu Mu

Mentari sembunyi di balik kabut mega
Senandung hujan basahi hati yang merindu

Bukit berbaris megah tampak wibawa
Diselimuti kabut tipis dan tetes embun menyemuti rumput

Hati basah merintih berharap rahmat dan ampunan


Teruntuk Ibu, Selamat Ulang Tahun (20 September)

Dirangkai seluruh kata terindah dunia,
Takkan sanggup menggantikan sebuah kata sederhana
Kata dengan beragam istilah mewakili ragam budaya
Mama, mami, ibu, bunda, ummi, emak, mbok....

Ketulusan terindah.....
Keikhlasan tanpa harap berbalas....
Kesabaran tak berbatas...
Bersatu dalam sosok mulia

Teramat mulianya,
Bahkan tempat termuliapun, surga, terletak di bawah telapak kakinya
Teramat tinggi derajatnya,
bahkan RasuluLlaah meninggikan derajatnya 3 kali dari para Ayah

Bahkan, sebuah Asma'ul Husna pun, dititipkan pada tubuhnya, Ar-Rahim
...

Selamat ulangtahun, Ibu...
Semoga ALLAH yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang senantiasa melimpahkan keberkahan dalam hidup Ibu, selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan, dimudahkan semua urusan Ibu, dimasukkan dalam golongan hamba-Nya yang shalihah, dan dijadikan ahli surga-Nya. Aamiiin.

Selamat ulangtahun, Ibu...
Maafkan ananda yang masih belum bisa memberikan bakti terbaik selama ini

Semoga ALLAH menjadikan kami, anak-anak Ibu, anak-anak yang shalih dan shalihah, aamiiin.